Pengajian #1 : Pahala mencari nafkah yang halal untuk keluarga dan kewajiban memenuhi undangan tetangga

K.H. Fatchurrachman, Kyai di Kampung Munggang Kalibeber Wonosobo Jateng

K.H. Fatchurrachman, Kyai di Kampung Munggang Kalibeber Wonosobo Jateng

Keinginan saya untuk menuliskan apa yang disampaikan ayahanda saya Bp. K. H. Fatchurrachman, selaku Kyai di kampung Munggang Bawah, Kalibeber, Mojotengah Kab. Wonosobo sebenarnya sudah sejak lama. Berawal dari tausiyah-taushiyahnya yang ringan, uptodate, unik dan mengena. Anjuran untuk menuliskan setiap ayah mengisi pengajian datang dari K. Ahsin, yang juga merasakan keluwesan isi pidato ayah. Tidak apa sudah agak terlambat, usia ayah sudah 72 th. Semoga Allah memanjangkan umurnya… dan senantiasa diberi kesehatan dalam membimbing ummat… Amiin.
Baiklah, tulisan pertama ini saya sarikan dari acara di rumah Mas. Triyono RT 01, pada saat puputan anaknya yang I.
——————————–
Menjadi ayah bagi anak-anak dan suami bagi istri pahalanya sangat besar. Apa yang diberikan kepada keluarga senantiasa dicatat sebagai amal baik oleh Allah SWT. Harta yang paling bernilai adalah yang diberikan kepada keluarga. Dengan catatan pada saat berangkat senantiasa berniat membaca basmalah, niat ingsun mencari nafkah, buruh, kerja, untuk menghidupi keluarga… Dan jangan lupa bahwa harta yang diberikan kepada keluarga haruslah dari harta yang halal. Karena jika tidak halal maka akan mengalir ke darah dan daging, mengarahkan kepada anak dan isteri kita untuk menjauh dari beribadah kepada Allah SWT. Apalagi hadis mengatakan bahwa tidak ada yang pantas bagi daging yang diberi makan dari harta haram kecuali jilatan api neraka.
Pada saat itu ada Kyai Ahsin yang datang terlambat. Maka K. Fat, demikian beliau biasa disapa, pun berkomentar. “Kalo kyai tidak apa-apa terlambat karena musti mulang ngaji dulu🙂 beda dengan kita tidak ada alasan untuk terlambat. Menghadiri undangan tetangga adalah hak setiap muslim. Jangan mewakilkan karena akan membuat kecewa tuan rumah. Bagi anak yang diminta orang tuanya untuk mewakili undangan hendaknya jangan mau, bilang saja: “Bapak yang diundang koq bukan saya …” Maka hadirin pun tersenyum simpul🙂 Apalagi pada saat itu ada juga anak yang mewakili bapaknya. Sontak mukanya memerah karena malu🙂 .
——————————-
Demikianlah pengajian kali ini, sebagaimana biasa  selalu dibumbui dengan joke-joke yang kocak dari ayah. Wallahu A’lam.

Tentang Nasyiin

Jika tidak bisa memberi manfaat pada orang lain, minimal tidak memberinya mudharat. # Suka komputer, Civil Engineering utamanya sumberdaya Air ^_^
Galeri | Pos ini dipublikasikan di Ceramah Pak Kyai dan tag , , , , , , , , , , , , , , . Tandai permalink.

Silakan tinggalkan komentar anda di sini:D

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s