Bacaan Shalat Sunnah Tashbih dan Hajat

Shalat sunnat Tashbih sebagaimana kebiasaan di kampung kami dilaksanakan minimal setahun sekali yaitu pada malam nishfu sya’ban (tanggal 15 bulan Sya’ban). Tujuan Shalat sunat ini adalah untuk meminta maaf atas segala dosa dan kesalahan yang telah diperbuat selama 1 tahun kepada Allah SWT.

Adapun tata cara Shalat Sunat Tashbih menurut K. H. Fatchurrachman, Kyai dari Munggang, Kalibeber, Mojotengah Wonosobo adalah :

Jumlah Rokaat

Jumlah rokaat sholat Tashbih adalah 4 Rokaat  dengan 1 salam.

Bacaan Tashbih dan letaknya

Bacaan tashbih :  dibaca total 300 kali dengan letak pembacaan sebagai berikut sebagaimana hadits Nabi SAW:

“ Ya Abbas ! Wahai paman ! sungguh aku ingin memberi kepadamu sesuatu yang berharga, anugrah, aku senang dan berbuat untukmu 10 perkara, apabila engkau melakukannya niscaya Allah akan menghapuskan dosa dosamu, baik yang awal maupun yang akhir, yang dahulu atau yang baru, yang tidak disengaja atau disengaja, yang kecil atau yang besar, yang rahasia atau yang terang terangan, yaitu engkau mengerjakan shalat 4 rakaat. Pada setiap rakaat engkau membaca al fatihah dan surah, setelah selesai membaca surah dan masih dalam keadaan berdiri . maka bacalah tasbih sebanyak 15 kali kemudian kamu ruku, maka dalam ruku membaca tasbih 10 kali. Kemudian bangun dari ruku dan i’tidal membaca tasbih 10 kali , kemudian kamu sujud , dalam sujud membaca membaca tasbih 10 kali, kemudian bangun dari sujud atau duduk diantara dua sujud membaca tasbih 10 kali kemudian sujud yang kedua membaca tasbih 10 kali, bangun dari sujud sebelum berdiri duduk kembali dan membaca tasbih 10 kali, semua itu berjumlah 75 tasbih. Dan kamu kerjakan sebanyak 4 rakaat. Jika kamu sanggup melakukannya maka kerjakanlah setiap hari 1 kali jika tidak setiap jum’at satu kali jika tidak setiap bulan 1 kali jika tidak satu tahun satu kali jika tidak seumur hidup satu kali” ( HR. Abu Dawud ).

Surat yang dibaca

Suratan rakaat pertama Wadh-Dhuha
Rokaat kedua Alam Nasyrah
Rokaat ketiga Wattiini
Rokaat ke-empat Inna Anzalnaahu

Prakteknya adalah sebagai berikut :

  1. Niat shalat tasbih lalu takbiratul ihram
  2. Membaca surat alfatihah 1 kali dilanjutkan membaca surah al kafiruun. Lebih utama lagi membaca surah surah alquran yang dimulai dengan kalimat tasbih seperti surat al hadid , al hasyr, ash shaff.
  3. Sesudah membaca surah dilanjutkan dengan membaca tasbih 15 kali
  4. Ruku. Selesai membaca doa ruku, membaca tasbih sebanyak 10 kali
  5. I’tidal, lalu membaca tasbih lagi 10 kali
  6. Sujud. Selesai membaca doa sujud lalu membaca tasbih 10 kali
  7. Duduk diantara dua sujud. Selesai membaca doa duduk diantara dua sujud di lanjutkan membaca tasbih 10 kali.
  8. Lalu sujud kembali dengan membaca doa sujud, setelah itu membaca tasbih 10 kali.
  9. Pada waktu duduk istirahat sebelum berdiri atau sebelum salam, membaca tasbih 10 kali hal ini dilakukan pada setiap rakaat sampai 4 rakaat

Jumlah hitungan tasbih pada setiap rakaat adalah 75 . Dan jika di jumlah bacaan tasbih 4 rakaat maka semua menjadi 300 bacaan tasbih .

Niat sholat sunnah tasbih 2 rakaat

“aku berniat shalat sunnah tasbih 2 rakaat karena allah ta’ala”

Reff : http://ceramahustadmp3.blogspot.sg

Shalat Sunnat Hajat

Jumlah rokaat minimal 2 maksimal 12 rokaat. Bacaannya adalah sebagaimana ijazah dari K.H. Muntaha al-hafidz dan K. H. Fatchurrachman :

Membaca Fatihah 8 x, Surat Ikhlas 7 x, 2 rokaat sama.

Manfaat Shalat Hajat

Manfaat dari shalat hajat adalah untuk meminta kepada Allah agar apa yang kita inginkan atau apa yang kita hajatkan itu segera dikabulkan oleh-Nya atau menyingkirkan segala kesulitan yang kita hadapi. Seperti yang telah terangkan dalam hadist riwayat Imam Turmudzi dan Ibnu Majah di atas dan hadist yang artinya di bawah ini:

“Bahwa seorang buta datang kepada Rasul SAW lalu berkata : “ Wahai Rasul, mohonlah kepada Allah supaya mataku ini bisa melihat”. Sabdanya: “Atau aku biarkan engkau”. Orang itu berkata : Wahai Rasul, sesungguhnya aku menjadi susah karena kehilangan penglihatanku.”. Sabdanya : “Kalau begitu pergilah dan berwudhulah, kemudian shalatlah dua rakaat, lalu berdoalah : “Wahai Tuhanku sesungguhnya aku memohon kepada-Mu atas nama Nabiku Muhammad SAW, seorang Nabi yang menjadi rahmat.(katanya) : “Wahai Muhammad, sesungguhnya aku telah menghadapkan wajahku kepada Allah atas namamu agar Dia mengembalikan penglihatanku”. (Nabi berdoa):”Wahi Tuhanku,berilah dia pertolongan atas namaku jadikanlah aku penolong bagi diriku sendiri”.Orang itu kemudian pulang dan Allah menjadikan penglihatannya pulih”.

(HR.Imam Turmudzi, Nasa’I,Ibnu Majah, Ibnu Khuzaimah dan Imam Hakim, yang bersumber dari Utsman bin Hunaif r.a, tetapi dalam riwayat Imam Turmudzi tidak disebut kata-kata “Kemudian Shalatlah dua rakaat”).

Jumlah Rakaat Shalat Hajat

Jumlah rakaat shalat sunnat hajat paling sedikit 2 rakaat dan yang paling banyak adalah dua belas rakaat.

Waktu Shalat Hajat

Adapun waktu mengerjakannya dapat dikerjakan dimalam hari atau pun dikerjakan di siang hari.

 

Tata Cara Shalat Hajat

Sedangkan cara mengerjakannya itu pada dasarnya sama dengan shalat-shalat sunnat lainnya, hanya saja niatnya yang berbeda.

Bagi kalian yang masih kebingungan dalam melaksanakan sholat hajat ini, maka kami telah menyiapkan video tutorialnya dialamat ini www.youtube.com/watch?v=YDlgGRio6rk

Niat Shalat Hajat

Adapun lafazh niat shalat hajat itu adalah sebagai berikut :

“Ushalli sunnatal haajati rak’ataini lillahi ta’aalaa”. Allahu Akbar.
Artinya : “Saya berniat shalat sunnat hajat dua rakaat karena Allah Ta’ala”. Allahu Akbar

Alangkah baiknya , jika shalat sunnat hajat tidak cukup hanya dikerjakan satu kali saja, akan tetapi hendaknya dikerjakan sampai tiga kali atau bahkan sampai tujuh kali, tergantung penting dan tidaknya perkara hajat yang sedang dihadapi.

Doa Shalat Hajat

Setelah merampungkan shalat sunnat hajat, sebaiknya memperbanyak membaca dzikir terutama bacaan istighfar minimal 100 kali .

“Astagfirullahal ‘azhiima rabbi min kulli dzanbin-wa atuubu ilaih”.
Artinya : “Saya memohon ampunan kepada Allah Tuhan Yang Maha Agung, dari setiap dosa dan saya bertaubat kepada-Nya”.

Setelah Anda selesai membaca istighfar, selanjutnya membaca shalawat atas Nabi Muhammad SAW minimal 100 kali yaitu sebagaimana berikut :

“Allahumma shalli ‘alaa sayyidinaa muhammadin shalaatar ridhaa wardha ‘an ashhaabir ridhar ridhaa”.
Artinya:”Wahai Tuhanku limpahkanlah kesejahteraan kepada junjungan kami nabi Muhammad SAW kesejahteraan yang diridhai, dan ridhailah dari pada shahabat-shahabat beliau semuanya.”

Setelah membaca shalawat tersebut diatas, lalu membaca do’a sebagai berikut :

“Bismillahirrahmaanirrahiim. Laa ilaaha illallahul haliimul kariim. Subhaanallahi rabbil ‘asryil ‘azhiim. Alhamdu lillaahi rabbil ‘aalamiin. As-aluka muujibati rahmatika wa ‘azaa-ima maghfiratika wal ‘ishmata min kulli dzanbin wal ghaniimata min kulli birrin was salaamata min kulli itsmin laa tada’lii dzanban illaa-ghafartahuu walaa hamman illaa farrajtahu walaa haajatan hiya laka ridhan illaa qadhaitaha yaa arhamar raahimiin”.
Artinya : “ Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Tidak ada Tuhan yang patut disembah melainkan hanya Allah Yang Maha Penyantun lagi Maha Pemurah. Maha Suci Allah Tuhan pemelihara ‘Arsy yang agung. Segala puji bagi Allah saru sekalian alam. Saya memohon kepada-Mu sesuatu yang mewajibkan rahmat-Mu, sesuatu yang mendatangkan ampunan-Mu, mendapatkan perlindungan dari tiap-tiap dosa dan mendapat keuntungan dari tiap-tiap kebajikan serta selamat dari tiap-tiap perbuatan dosa. Janganlah Engkau biarkan dosa daripada diriku kecuali Engkau ampuni dan tidak ada sesuatu kepentingan kecuali Engkau beri jalan keluar dan tidak pula sesuatu hajat yang Engkau ridhai kecuali Engkau kabulkan. Wahai Dzat Yang Paling Belas Kasih di antara semua yang belas kasih”.

Setelah kita menyampaikan permintaan atau permohnan kita kepada Allah , dengan penuh kekhusyu’an sambil bersujud, serta memperbanyak :

“Laa ilaaha illaa anta subhaanaka inni kuntu minazh zhaalimiin”
Artinya : “Tiada tuhan yang patut disembah melainkan hanya Engkau, Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku ini adalah dari golongan orang-orang yang berbuat aniaya.”

Tentang Nasyiin

Jika tidak bisa memberi manfaat pada orang lain, minimal tidak memberinya mudharat. # Suka komputer, Civil Engineering utamanya sumberdaya Air ^_^
Galeri | Pos ini dipublikasikan di Agama dan tag , , , , , , , . Tandai permalink.

Silakan tinggalkan komentar anda di sini:D

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s