TERNYATA UNIVERSITAS BESAR DI INGGRIS MENERAPKAN TRADISI PESANTREN

TERNYATA UNIVERSITAS BESAR DI INGGRIS MENERAPKAN TRADISI PESANTREN

Disampaikan saat Apel hari Senin Pagi di halaman Kampus UNSIQ Wonosobo

Oleh : Nasyiin Faqih

 

Universitas Sains Al-qur’an (UNSIQ) Jawa Tengah di Wonosobo memiliki slogan : “Memadukan mutiara pesantren dan keunggulan sains modern” bukannya tanpa arti dan tujuan. Sejak dulu pendidikan pesantren dikenal sebagai basis ilmu agama yang menghasilkan ulama-ulama besar sekaliber K. Nawawi Albantani, K. Kholil Bangkalan dan sebagainya. Tidak benar orang yang mengatakan bahwa pesantren adalah sarang teroris, asal paham radikal dan sebagainya. Adalah Gus Dur yang mengenalkan kepada dunia dengan mengajak tokoh –tokoh penting untuk masuk dan blusukan ke Pesantren-pesantren sehingga pemahaman mereka tentang Pesantren terbuka. Ternyata Pesantren tidak se ekstrim yang mereka bayangkan. Itu adalah akibat pemutar balikan fakta oleh sebagian kalangan.

Budaya Pesantren ternyata sudah dilakukan sejak beratus-ratus tahun yang lalu di Universitas di Inggris yaitu Oxford dan Cambridge University. Kedua Kampus tersebut memiliki rating 6 besar di Daftar Rangking Universitas Dunia menurut QS University Rank. Sementara sebagian kalangan menganggap Pesantren sebagai pendidikan terbelakang, tetapi kedua Universitas ini justru menghasilkan talenta yang luar biasa sekelas Albert Einstein dan Isaac Newton. Mereka lahir dalam lingkungan yang kental dengan tradisi yang mirip dengan pesantren di Indonesia. Beberapa keunggulan yang senantiasa mereka lestarikan adalah :

 

  • Mempertahankan Tradisi dan ritual tradisi

                Gedung Universitas Oxford dan Cambridge (Oxbird) masih melestarikan bangunan lama. Tradisi memakai pakaian trandisional pada saat wisuda juga masih dilaksanakan. Ini seperti slogannya Nahdhatul Ulama : “Almukhafadhu alal Qadiimis Shaalih, Wal Khafdzu bil Jadiidil Ashlah” artinya : mempertahankan tradisi lama yang baik dan melaksanakan tradisi baru yang lebih baik.

Bahkan motto Oxford adalah : Dominus Illuminatio Mea” itu ternyata terjemahan dari bahasa Arab “Rabbi Zidni ‘Ilma” – Ya Tuhan ku, Beri aku tambahan ilmu.

 

  • Suasana Akademik
  1. Tutorial System :

Model pendampingan mahasiswa ala pesantren (Sorogan atau Taklidy). Sejumlah 2 – 5 mahasiswa didampingi 1 orang dosen pendamping. Model klasikal dilaksanakan di Program Studi, seperti Bandongan kalau di Pesantren. Satu kelas berisi banyak mahasiswa.

  1. Moral System

Ada pengawasan terhadap tingkah laku mahasiswa yang senantiasa dipantau oleh semacam Resimen Mahasiswa yang diketuai oleh Mahasiswa senior. Ini seperti pengawasan oleh Lurah Pondok di Tradisi Pesantren.

  1. Tradisi Debat

Tradisi ini selalu terselenggara baik mingguan atau bulanan maupun secara periodik dalam waktu tertentu. Dalam praktek di Pesantren kita sering dilaksanakan hal serupa dengan nama Bahtsul Masail, pemecahan problem keseharian dengan metode debat atau adu argumentasi untuk menemukan jalan terbaik.

 

  • Continued Learning

Pendidikan berkelanjutan dalam hal ini maksudnya adalah pendidikan yang bisa diikuti oleh akademisi maupun masyarakat sekitar. Dalam tradisi pesantren ada pengajian selapanan atau wetonan.

https://muklason.files.wordpress.com/2015/10/kampus_oxford_1.jpg?w=443&h=666

Salah satu college di Universitas Oxford, UK

  • Otonomi kampus

Di oxbird kurikulum dan kebijakan pembelajaran ditentukan sendiri tanpa campur tangan pemerintah. Seperti di pesantren juga dilaksanakan demikian. Kurikulum mutlak kebijakan pengelola. Dalam hal pendanaan juga Oxbird mandiri. Biaya ditopang oleh wakaf yang signifikan jumlahnya. Sama halnya dengan Pesantren yang tidak tergantung pada pemerintah dalam hal Pendanaan. Disebutkan Pondok Pesantren Jombang Jawa Timur memiliki aset Koperasi senilai 1 Trilyun.

 Jadi pola kepesantrenan yang senantiasa mengharapkan ilmu yang manfaat dan barokah dengan jalan mengagungkan ilmu dan takdzim (hormat) kepada guru layak untuk tetap diterapkan di Kampus UNSIQ tercinta. Siapa tahu dari sini bisa lahir ilmuan-ilmuan sekaliber Einstein, Newton dan sebagainya. Bukankah Oxbird dulunya adalah sekolah seminari yang bertujuan mencetak para Pendeta/Pastur? UNSIQ juga dengan program Kader Ulama diharapkan dapat menghasilan lulusan yang berskala nasional syukur Internasional dengan tetap mengedepankan akhlaqul karimah.

Sumber : https://cakshon.com

Wonosobo, 5 September 2016

Tentang Nasyiin

Jika tidak bisa memberi manfaat pada orang lain, minimal tidak memberinya mudharat. # Suka komputer, Civil Engineering utamanya sumberdaya Air ^_^
Galeri | Pos ini dipublikasikan di Serba-serbi dan tag , , , . Tandai permalink.

Silakan tinggalkan komentar anda di sini:D

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s